Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

"Untuk Kau"

"Untuk-Kau" (Untuk Naya yang sedang ulang tahun) Nasi kuning, Dua ceker kanan kiri, Kepala ayam. Suara melengking, Bercecer tersatukan memori, Tadi malam. Sepatu baru, Biru, Kau makin ayu. Dari Wida, Hijau, Lenovo isinya. Ada pelangi di matamu, Berair iringi kekita, Kedai kopi Djadoel. Dua satu warsa, Panjang usia, Tercapai cita-cita. Aku, Kau, Dia, Kita, Mereka, Ada. Untukmu. (Warung Kopi Djadoel Wonosobo, 3 Agustus 2016)

"Sangga Langit"

"Sangga Langit" . . . Puncak, Pundak, Bengkak. - Pacul, Pikul, Bakul. - Pijar, Pongkar, Bakar. - Sabit, Langit, Bukit. - Sakit, Lempit, Bangkit. - Sipit, Legit, Buncit. - Sayur, Tanam, Kayu, Malam, Jamu, Maryam. - Mencair syair berair, Membeku haiku berbuku, Menguap ucap berungkap, Menyublim alim beriklim, Melenyap sikap bersenyap Mengembun santun berimbun. - Disangga langit membangga. . . . (Telagalele Banjarnegara, 9 Agustus 2016)

"Bayu Biru Banyu"

"Bayu Biru Banyu" (Dariku: 'Penata Tirta'). . . Botol digantung, Buchu digunung, Batin dihubung, Badan digabung, Bicara direnung. - Pujangga warsa, Menjingga warna, Takhingga warta, Dibangga wangsa. - Air mulutku teringkung, Air rasaku terbumbung, Air haruku terbendung. - Sesepuh disepuh mengampuh, Pembaru dibiru mendaru. - Selamat sembilan tahun. . . . (Basecamp Teater Banyu Wonosobo, 12-08-'16)

"Narasi"

"Narasi" . . . Jawablah! Dan Kau akan menguasai dunia! . Apa yang dirahasiakan malam kepada siang? Apa yang tersembunyi dibalik terang gemintang? Apa yang membuat dunia semakin benderang? Apa yang suaranya lebih lantang dari genderang? Apa yang jadi obat hati untuk selalu riang? Apa yang diinginkan oleh jiwa-jiwa yang lapang? . Jawablah! Dan kau akan menguasai dunia! - ......."Aku! Menjawabnya dengan satu tarikan desah!" ......."K I S A H ! ! !". . . . (Kalibeber Wonosobo, 12 Agustus '16)

"Kencing Pesing"

"Kencing Pesing" Perut buncit, Bawah dikit, Titit. Gesper ular, Lepas diputar, Pusar. Dada runcing, Buka kancing, Puting. Bibir senyum, Rayu ranum, Kulum. Pinggul mekar, Desah segar, Ngamar. Tenggak anggur, Duit mengucur, Lembur. Nikmat sendu, Ukir rindu, Candu. Mulut menganga, Racun bunga, Rajasinga. Sakit tiadatara, Tewas segera, Sengsara. Pilih lain, Nikmat batin, Pengantin. (Wonosobo, 6 Agustus 2016)

"Prupuk"

"Prupuk" Air mengalir, Riak berteriak, Batu membuntu, Ilalang bergoyang, Aku membeku, Kaku. Syair menggulir, Sajak berangkak, Waktu membantu, Tembang berkembang, Aku membuku, Laku. Fikir mengukir, Benak berarak, Bantu mewaktu, Lapang berjuang, Aku memangku, Buku. Senantiasaku, Membeku kaku, Membuku laku, Memangku buku. Bingkai sungai, Saksi puisi. (Tepi Kali Prupuk Kalibeber Wonosobo, 4 Agustus 2016)

"Cahaya"

// Cahaya // / Suratmu telah tersirat lekat hayat / / Berpendar menyala menyilaukan nalar / / Hilang bayang menghitam menuju tentram sembahyang tenang / / Pada gelap senyap manusia tetap lelap / / Tiada kau ada / // Ilkhas Suharji, Petojo 25 Jan 2017 //

"Eka Nyawiji Tunggal"

// Eka Nyawiji Tunggal // / Berlayar pada lelangit merah / / Angin putih bangun cendawan / / Sepotong lidah menyembur ludah / / Telinga tuli rindu kuburan / // Ilkhas Suharji, Jakarta 27 Jan '17 //